Hari kemarin merupakan sebuah kenangan, hari esok merupakan sebuah misteri yang tak seorang pun dapat mengungkapnya. hanya saja hari ini merupakan tabunganmu untuk hari esok.
ketika setapak demi setapak kaki ini mulai melangkah lebih jauh. disaat mata mulai melihat dunia lebih jauh. disaat ku mulai bertemu dengan orang-orang yang jauh lebih baik dariku. saat itu hati mulai terbuka lebar untuk melakukan proses pencarian. biasanya anak rantauan itu punya segudang mimpi, entah mimpi-mimpi apa yang telah disusun seblumnya, ingin menjadi mahasiswa segudang prestasi itu niat awalnya.
dahulu ketika ku masih duduk dibangku aliyah yang terbenak dalam pikiranku . kuliah itu sungguh menyenagkan, tak ada baju seragam, tak ada tas seragam tak ada baris berbaris depan asrama sebelum berangkat ke sekolah, tak ada lagi terdengar hitungan demi hitungan untuk segera mengosongkan asrama, bisa menggunakan hp sesuka hati. sebab disaat ku masih berada dalam kawasan penjara suci, ketahuan menggunakan telepon genggam itu merupakan salah satu pelanggaran berat apabila ketahuan ada yang menggunakannya diasrama, apalagi ketahuan memilikinya, tak heran setiap dihari libur wartel samping klinik itu selalu penuh dengan antrian untuk sekedar kasih kabar ke orang tua dan melepas rasa rindu disaat anak baru lulusan SD sudah dititip yang kami beri sebutan "penjara suci". jatah pulang sebagai santri/santriwati hanya bisa 2 kali setahun.
saat liburan naik kelas dan 1 minggu sebelum lebaran. wajar rasa sedih mghampiri hati , yang seharusnya seusia saya dan teman lainnya masih ingin bermain bersama ibu, masih ingin bersama pelukan hangat ibu, disaat yang bersamaan ketika ibu mulai mengantarkanku ke gerbang penjara suci. aku melihat tetesan air mata ibu yang tak terbendung mengalir dipipinya, aku tau betapa beratnya ia melepaskanku dari pelukannya, betapa sedihnya ia meihatku harus berpisah bersama kembaranku karna alasan yang mengharuskan ia tak bisa berada diasrama saat itu. papa saat itu hanya bisa berkata," kalau kamu sayang dengan anakmu dan masa depan anakmu, biarkanlah ia menuntut ilmu untuk beberapa tahun disini, toh kamu masih bisa datang tiap bulannya kesini untuk menjenguknya walau harus menghabiskan waktu selama 3 jam dalam perjalanan".
tapi saat itu aku tak mau kalah dengan perasaan, aku tau ini adalah pilihanku untuk melanjut sekolah disini, di penjara suci diatas bukit simanosr julu, udara yang segar dengan pepohonan yang asri, air mata gunung yang mengalir ketiap rumah ustad dan ustzah, serta ke asrama. air yang dingin dan segar layaknya seperti air es, maka tak heran banyak santri-dan santri wati yang memiliki kulit bersih atau malah sebaliknya dikarnakan udara yang begitu dingin, disaat pagi buta menjelang subuh semua harus bergegas menuju kamar mandi yang daya tampungnya sekitar lebi dari 50org sekali masuk, siapa cepat dia dapat, siapa telat nama masuk buku hitam, alias buku pelanggaran setiap santri/santriwan yang tidak mematuhi disiplin. setiap tempat penuh hitungan.
biasanya kalo kakak asrama udah mulai mengeluarkan kata" tasarro'na min hammami, wahid.. hatta 'asyaro," atau satu sampai sepeuluh, semua seisi kamar mandi sudah tak karuan. bahkan terkadang aku melihat teman dismapingku masih ada bekas sabun ditelingan, tpi itu tak dipedulikan lagi, yang terpnting aku keluar dari kamar mandi ini sblum hitungan ke-10.
lagi-lagi sesampai diasrama, masih ada kakak yang lain yang sudah bersiap-siap menunggu kami untuk siap-siap ke mesjid dengan hitingan 1 sampai 10 menuju ke mesjid dan asrama sudah harus kosong. huh.. rasanya capek. pengen nangis saat itu, karna yang namanya masih santriwati baru asramanya itu dibwah dan jaraak kemsjid itu yang paling jauh dari asrama lainnya.
dalam perjalanan ke mesjid eh.. ketemu lagi dengan kakak bagian keamanan, nah bagian yang satu ini adalah bagian yang yang paling ditakuti semua anak asrama ciri khas bagian keamanan ini adalah kakak y melipat sajadah di pundaknya. bagiku ini adalah proses hidup, ibarat pisau sedang diasah ketajamannya agar menjadi pisau yang tajam sehingga banyak orang yang mudah menggunakannya.
hari demi hari kami lalui bersama, banyak kesan pesan yang kudapati dipenjara suci ini, menjadi santri yang keratif, itu semua mengalir begitu saja sesui dengan proses yang ada, tak sedikit senyum dan tawa terlihat diwajah mereka, wajah teman yang membersamaiku selama 6 tahun dipenjara suci, tak pernah habis cerita tentangmu teman, kini aku juga telah menemukan teman yang baru ditanah rantau, tanah kebesaran rakyat aceh, di universitas syiah kuala,"jantong hate rakyat aceh"
tak pernah hilang memori itu disaat semua masih terekam dengan jelas tentangmu :)
lewat untaian do'a kusampaikan salam rinduku untukmu teman.
...to be continue :D
0 komentar:
Posting Komentar