Rabu, 22 Oktober 2014

sekeping hati


bukan wanita lemah yang setiap harinya mengeluarkan air mata.
bukan wanita lemah ketika air mata membasahi pipinya saat ia mendengar berita kebahagiaan.
bukan wanita lemah ketika air mata mengghiasai pipi merahnyadisaat mendengar berita kematian
bukan wanita lemah ketika air mata jatuh membasahi bumi yang ia pijak.
tapi air mata wanita merupakan kelembutan hatinya.
terkadang air mata salah satu cara untuk ia bercerita tentang hatinya saat tak kuasa oleh kata.
kamu tak pernah berfikir bahwa kekuatan yang dimiliki wanita bisa melebihi kekuatan seorang laki-laki.
terkadang engkau melihatnya dengan sebelah mata, wanita itu begitu lemah dan rapuh.
apakah kamu pernah berfikir bahwa wanita itu dapat mengatasi beban, bahkan melebihi beban laki-laki.
dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri.
wanita mampu TERSENYUM bahkan saat hatinya menjerit.
WAnita mampu bernyanyi saat ia menangis, menagis saat terharu. bahkan tertawa saat ketakutan.
dia berkorban demi orang yang dicintainya.
mampu berdiri melawan ketidak adilan.
dia menerjunkan dirinya untuk keluarganya.
ya.. kali ini air mata itu tak mampu ku bendung saat hati berharap lebih kepada harapan-harapan semu
seringnya aku lupa dengan harapan kepada manusia. karna sesungguhnya aku telah mempersiapkan diri untuk kecewa.
ya kecewa. hanya saja hati yang kecewa bisa terobati dengan taunya tujuanku yang sebnarnya itu apa
tidak semua manusia mengerti segala perasaan. karna perasaan adalah bahasa jiwa.

0 komentar:

Posting Komentar